Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :

(1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex;

(2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;

(3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs);

(4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan

(5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Menurut saya, teori tersebut yang paling cocok dengan kehidupan saya karena semua aspek yang saya butuhkan terdapat didalamnya. Seperti waktu saya ingin memutuskan masuk ke perguruan tinggi atau universitas. Saya harus bisa menentukan mana yang paling relevan dan memenuhi  aspek kebutuhan yang saya butuhkan. Contoh dari kebutuhan fisiologis saya yang harus terpenuhi adalah rasa lapar dan haus. Apakah banyak terdapat tempat penjual makanan atau tidak. Karena hal ini berkaitan dengan kinerja tubuh sehingga itu menjadi hal yang sangat diperhatikan. Contoh dari kebutuhan rasa aman yang saya butuhkan adalah apakah di universitas tersebut masih ada senioritas atau tidak, karena dengan adanya senioritas maka saya akan merasa tidak aman dan nyaman. Contoh dari kebutuhan kasih sayang yang saya butuhkan adalah apakah atmosphere di universitas tersebut bersifat individualis atau heterogen. Dengan kata lain, apakah ada interaksi social yang terjalin secara harmonis di universitas tersebut. Contoh dari kebutuhan harga diri yang saya butuhkan adalah adanya pengakuan dan prestise apabila saya berprestasi. Contoh dari kebutuhan aktualisasi diri yang saya butuhkan adalah adanya kesempatan untuk menggunakan segala kemampuan yang telah saya dapat dan pelajari untuk mencapai hasil yang optimal dan memuaskan.

Dan akhirnya, setelah saya berpikir dan juga meminta pendapat dari orang-orang terdekat saya, saya mengambil keputusan untuk meneruskan pendidikan saya di Universitas Gunadarma. Keputusan ini diambil dengan mengacu pada aspek-aspek kebutuhan saya yang hampir semuanya terpenuhi bila saya kuliah di universitas tersebut. Seperti contohnya kebutuhan saya akan lapar dan haus, di sekitar lingkungan universitas terdapat banyak sekali tempat-tempat penjual makanan khususnya di daerah Margonda. Oleh sebab itu, sekarang saya kuliah di Universitas Gunadarma dan saya rasa keputusan yang saya ambil sangat tepat karena jurusan yang saya ambil, yaitu Sistem Informasi, juga sesuai dengan minat saya.